Anak di bawah usia 13 tahun butuh nutrisi yang cukup untuk mendukung tumbuh kembangnya. Namun, yang terjadi malah si kecil menutup mulut rapat-rapat dan menolak tiap disodori sepiring makanan. Orangtua pun cemas, khawatir pertumbuhan buah hatinya terganggu akibat mogok makan. Apa yang harus dilakukan?

Mengingat banyaknya iklan suplemen makanan yang kita jumpai di televisi, bisa jadi orangtua akan langsung mencari obat penambah nafsu makan untuk anak. Padahal, nafsu makan anak bisa ditumbuhkan kembali secara alami, tanpa bantuan obat-obatan apapun.

Nafsu makan manusia ditentukan oleh hormon ghrelin dan leptin. Hormon ghrelin berfungsi meningkatkan nafsu makan, sedangkan leptin justru menurunkannya. Pada orang yang memiliki hormon ghrelin tinggi, hormon ini akan sering dilepaskan di perut, yang kemudian mengirim sinyal ke otak dan memberi tanda “lapar”.

Anak yang sering menolak makan akan berkurang hormon ghrelin-nya, sehingga nafsu makannya pun turun. Ada banyak penyebab anak tidak bernafsu pada makanan, seperti merasa stres, tegang, sakit, rasa yang tidak enak, atau tampilan yang kurang menarik. Di sisi lain, anak membutuhkan makanan sebagai asupan kalori untuk energi yang dikeluarkannya.

Kebutuhan kalori pada anak-anak berbeda, tergantung tingkat usia dan keaktifannya. Pada usia 2-3 tahun, jumlah kalori standar yang dibutuhkan anak adalah 1.000 sampai 1.400 kalori. Anak umur 4-8 tahun akan butuh 1.200 sampai 1.800 kalori setiap hari. Sedangkan usia 9-13 tahun, 1.400 hingga 2.200 kalori diperlukan oleh anak perempuan dan 1.600-2.600 untuk anak laki-laki.

Agar anak tidak terus-terusan mogok makan, berikut ini tips yang bisa dicoba untuk meningkatkan nafsu makan anak.

  • Hindari pemaksaan

Pada kasus anak menolak makan, jangan sampai orangtua melakukan pemaksaan atau mengancam agar si kecil mau makan. Paksaan dan ancaman akan menimbulkan rasa tegang pada anak, sehingga ketika ditawari makan pada kesempatan lain, dia akan langsung menolak. Sebisa mungkin ciptakan suasana menyenangkan saat anak makan.

  • Buat tampilan makanan yang menarik

Nasi, sayur, dan lauk yang hanya ditumpuk di piring kadang tidak menimbulkan selera. Cobalah mengatur tampilan makanan semenarik mungkin. Tips-tips membuat tampilan makanan menarik bisa bunda cari di internet. Tampilan yang lucu bisa menggoda si kecil untuk menandaskan porsi makannya. Jangan ragu untuk berkreasi, buatlah makanan-makanan kreatif yang merangsang minat si kecil.

  • Buat makanan yang beraroma nikmat

Aroma makanan bisa memicu selera makan. Buatlah makanan yang beraroma sedap, seperti tumisan, gorengan hangat, atau bubur kacang hijau dengan pandan.

  • Makan dengan perlahan

Mengunyah makanan dengan pelan-pelan melatih si kecil untuk mengukur rasa laparnya. Makan dengan perlahan akan menghindari rasa kenyang semu yang ditimbulkan oleh makan dengan tergesa-gesa.

  • Bagi ke dalam porsi kecil

Anak kadang malas makan karena melihat porsi besar yang wajib dihabiskannya. Untuk itu, bunda bisa membagi jatah makan si kecil ke dalam beberapa porsi. Tidak melulu harus makanan berat, sebagian porsi itu bisa bunda rupakan makanan selingan yang memiliki kandungan gizi setara.

  • Hindari minum saat makan

Agar nafsu makan tetap terjaga, hindari minum apapun sewaktu makan. Air, teh, jus, atau minuman kesukaan anak yang lain dapat dinikmati sesudah makan.

  • Jauhkan hal-hal yang dapat mengalihkan perhatian

Makan sambil nonton televisi atau makan sambil baca buku, dapat mengalihkan perhatian anak dari makanan, sehingga nafsu makan sudah turun ketika makanan belum habis. Sebaiknya jauhkan hal-hal yang dapat mengalihkan perhatian si kecil saat makan.

  • Libatkan anak dalam pembuatan makanan

Selain mendekatkan bunda dengan anak, melibatkan si kecil saat membuat makanan membuat bunda bisa menyelami selera makan anak dengan baik. Bunda bisa tahu makanan yang disukai dan tidak disukai si kecil. Bunda pun punya kesempatan menjelaskan tentang gizi dan nutrisi kepadanya.

  • Konsultasi dengan dokter atau ahli gizi

Setelah berbagai macam cara dicoba dan anak tetap tak selera makan, sebaiknya bunda konsultasi dengan dokter atau ahli gizi. Tenaga kesehatan ini akan memberikan saran-saran kepada bunda dan si kecil, atau mungkin meresepkan suplemen tertentu. Jangan sampai perkembangan anak terhambat gara-gara tidak nafsu makan.

LEAVE A REPLY