Anak-anak yang sehat, cerdas, dan ceria adalah dambaan setiap orangtua. Namun, adakalanya hal tersebut terkendala oleh berbagai faktor, sehingga si kecil gampang dihinggapi penyakit. Melihat anak tergolek lemah akibat sakit tentu amat merisaukan orangtua.

Dibandingkan orang dewasa, anak-anak jauh lebih rentan terserang penyakit karena kekebalan tubuhnya yang belum sempurna. Sedikit saja tertular virus, bakteri, atau cuaca yang tidak menentu, si kecil biasanya langsung drop daya tahan tubuhnya. Kondisi ini akan membaik seiring dengan bertambahnya umur anak, namun tak ada salahnya orangtua melakukan pencegahan agar anak tidak mudah sakit.

Menjaga agar anak tidak mudah sakit bukan berarti harus mengurungnya di rumah dan memaksanya bermain dalam ruangan saja. Kekebalan tubuh si kecil perlu diaktivasi, salah satu caranya adalah membiarkannya mengenal dunia luar dan mengalami ujian-ujian daya tubuh secara alami.

Lantas, bagaimana agar anak tidak gampang sakit? Berikut ini tips yang bisa dipraktekkan orangtua.

  • Jaga kebersihan

Kebersihan merupakan kunci untuk menghindari segala penyakit. Lingkungan yang bersih akan menghambat perkembangbiakan virus dan bakteri menular yang dapat hinggap pada tubuh anak. Cuci bersih semua peralatan makan, pakaian, dan jangan biarkan ada air tergenang di lingkungan rumah.

  • Beri asupan makanan bergizi

Makanan bergizi akan menguatkan tubuh dari dalam. Beri si kecil semua nutrisi yang dibutuhkannya. Usahakan memberikan makanan empat sehat lima sempurna dalam porsi yang seimbang, guna ketahanan tubuh anak.

Untuk bayi di bawah 2 tahun, sebaiknya tetap berikan ASI dan ditambah dengan makanan pendamping yang terjamin kesehatannya.

  • Berikan madu

Madu memiliki kandungan anti virus dan anti kuman yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh secara alami. Anak di atas usia 2 tahun sudah boleh diberikan madu secara teratur. Madu boleh diminum langsung atau dicampur ke dalam susu.

  • Hindari makanan instan

Makanan berpengawet dan jajanan yang tidak higienis, jelas tidak dapat dipastikan kadar gizi dan kesehatannya. Jika si kecil ingin camilan, sebaiknya orangtua membuatkan sendiri jajanan sehat di rumah, seperti bubur kacang hijau dan kue-kue.

  • Imunisasi

Sekalipun masih menjadi pro kontra, namun imunisasi dapat menjadi usaha untuk melawan bibit penyakit yang akan masuk ke tubuh anak. Imunisasi ikut merangsang kekebalan tubuh anak untuk berkembang dan berfungsi dengan baik.

  • Jauhkan dari asap rokok, debu, dan polusi udara

Kualitas udara sangat mempengaruhi kesehatan anak. Usahakan si kecil mendapat oksigen yang segar, tanpa terkontaminasi oleh asap rokok, debu, asap pembakaran, maupun polusi udara lain. Jika di dalam rumah ada anggota keluarga yang merokok, sebaiknya diminta pengertiannya untuk merokok jauh dari jangkauan anak.

  • Istirahat cukup

Semua orang di berbagai tingkatan usia membutuhkan istirahat cukup. Pada anak-anak balita dan usia 6-11 tahun, sebaiknya tidur malam sepanjang 8 jam dan tidur siang 1-2 jam. Sedangkan pada bayi di bawah 2 tahun, tidur malam selama 10 jam dan tidur siang 2-3 jam.

  • Ajak anak berolahraga

Tidak cuma orang dewasa, anak-anak pun sudah saatnya diajak hidup sehat dengan berolahraga. Anda bisa mengajaknya jalan-jalan di pagi hari, senam kesehatan ringan, dan menikmati sinar matahari pagi.

  • Latih anak hidup sehat

Pada usia dini, sebaiknya orangtua mulai mengajari anak-anaknya untuk membiasakan diri hidup sehat. Cuci tangan dengan sabun, menggosok gigi sebelum tidur, dan membuang sampah pada tempatnya merupakan latihan hidup sehat yang nanti akan dibawanya hingga dewasa.

LEAVE A REPLY