Pria dan kopi memang seperti tak terpisahkan. Minuman yang satu ini dianggap sebagai ikon lelaki sejati, di samping rokok. Bedanya, rokok cenderung merugikan kesehatan, sedangkan kopi, sebaliknya, justru amat berkhasiat bagi kesehatan pria.
Selama ini, kopi dipercaya mampu menurunkan resiko diabetes, memperlancar peredaran darah, dan mengurangi sakit kepala. Namun, ada manfaat tersembunyi lain dari kopi yang hanya bisa dirasakan kaum Adam. Kopi ternyata bisa membuat pria terhindar dari gangguan disfungsi ereksi.
Kafein dalam kopi membantu pria menyehatkan organ reproduksinya. Kafein membuat pembuluh arteri dalam organ kelelakian menjadi lebih rileks serta meningkatkan aliran darah. Hal ini dikarenakan kafein memiliki antioksidan yang berperan cukup banyak dalam kesehatan, yang selain untuk kesuburan, juga menurunkan risiko demensia, diabetes melitus, bahkan kanker sejenis kanker kulit.
University of Texas, Amerika Serikat, pernah mengadakan penelitian yang melibatkan 4.000 orang pria. Mereka membandingkan jumlah kopi yang diminum para pria tersebut selama 24 jam.
Hasilnya, pria yang minum 2-3 cangkir kopi setiap hari, yang mengandung total 85-170 miligram kafein, ternyata 42% lebih kecil terkena resiko gangguan disfungsi ereksi daripada mereka yang tidak minum kopi. Sedangkan pria yang minum 3-4 cangkir kopi per hari, atau 171-303 miligram kafein, resiko terkena gangguan disfungsi ereksi turun menjadi 39%.
Sedangkan para peneliti dari Universitas Sao Paulo, Brasil, membuktikan bahwa kopi mampu membuat sperma berenang lebih cepat dan merangsang kesuburan pria. Penelitian ini didasarkan pada survey atas 750 orang pria yang akan melakukan vasektomi (pengikatan transportasi sperma secara permanen, sehingga tidak akan terjadi kehamilan).
Penelitian ini membagi partisipan ke dalam empat kategori besar: mereka yang tidak minum kopi, peminum kopi ringan (1-3 cangkir per hari), peminum kopi sedang (4-6 cangkir per hari), dan peminum kopi berat (lebih dari 6 cangkir per hari). Standar cangkir yang digunakan adalah berisi 100 ml.
Hasilnya, sperma pria peminum kopi jauh lebih lincah dan sehat daripada mereka yang tak pernah minum kopi. Pria yang minum secangkir kopi di pagi hari mampu meningkatkan kualitas sperma dibanding mereka yang tidak mengkonsumsi kopi. Kafein juga mampu memperbaiki kualitas sperma dalam IVF (in-vitro fertilisation), alias metode pembuahan di luar rahim.
Penelitian ini diperkuat oleh Coffee Science Information Centre di Brazil, yang menyatakan bahwa kafein merangsang sel-sel dopamin dalam otak, sehingga orang akan lebih berkonsentrasi. Akibatnya, kinerja sperma akan lebih didorong saat pria mengkonsumsi kafein.
Namun, menurut lembaga informasi ilmu pengetahuan tentang kopi tersebut, sebenarnya yang bermanfaat menyehatkan organ reproduksi pria bukanlah kopinya, melainkan kandungan kafein di dalamnya. Maka, bagi pria yang tak suka minum kopi, mereka dapat beralih ke cokelat atau softdrink yang juga mengandung kafein, untuk meningkatkan kesuburannya.
Selain itu, penelitian yang dilakoni oleh State University of New York, Amerika Serikat, menyatakan bahwa kopi jauh lebih sehat daripada ganja, sekalipun sama-sama memiliki efek adiktif (candu). Ketika kopi meningkatkan kualitas sperma, ganja justru memperpendek umur sperma dan membunuh kesuburan secara perlahan-lahan.
Sekalipun amat bermanfaat bagi kesuburan pria, namun minum kopi pun perlu dibatasi. European Food Safety Authority menetapkan batas maksimal untuk minum kopi yang aman yakni 4 gelas per hari, atau setara dengan 400 miligram kafein. Lebih dari itu, dapat meningkatkan resiko penyakit stroke karena kerusakan dinding pembuluh darah. Minum kopi yang berlebihan juga memicu asam lambung dan penyakit jantung.









