Makanan bergizi sangat dibutuhkan oleh ibu hamil agar janin yang dikandungnya bisa berkembang dengan sempurna. Buku-buku kesehatan ibu dan anak yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan Indonesia menyebutkan bahwa ibu hamil boleh mengkonsumsi makanan apapun dan tidak ada pantangan makanan.
Sekalipun demikian, beberapa jenis makanan ternyata membawa dampak buruk bagi ibu hamil, janin, atau keduanya. Beberapa jenis yang lain tergolong aman dikonsumsi, namun harus di bawah jumlah tertentu agar tidak membahayakan kesehatan. Sekalipun sifatnya tidak mutlak harus dipantang, namun sebaiknya ibu hamil menghindari makanan dan minuman tersebut demi keselamatan si jabang bayi.
Berikut ini makanan dan minuman pantangan bagi ibu hamil.
- Alkohol
Minuman beralkohol dapat menyebabkan fetal alcohol syndrome yang sangat mengganggu perkembangan bayi. Resiko keguguran pada wanita hamil yang mengkonsumsi alkohol juga sangat tinggi.
Karena sifatnya yang amat merusak, minuman yang mengandung alkohol amat terlarang bagi ibu hamil. Bahkan, sebenarnya minuman beralkohol juga tidak baik dikonsumsi oleh manusia dalam rentang usia berapapun.
- Merokok
Merokok, baik aktif maupun pasif, dapat berpengaruh pada tumbuh kembang janin. Bayi beresiko lahir prematur, hambatan pertumbuhan janin, gangguan plasenta, dan bahkan keguguran. Ibu hamil sedapat mungkin menghindari terpapar asap rokok. Terlalu sering menghirup asap rokok dapat meningkatkan resiko bayi lahir dengan berat badan di bawah normal.
- Obat-obat kimia tanpa resep dokter
Ibu hamil dilarang mengkonsumsi obat yang dijual bebas di warung dan toko tanpa seizin dokter, sekalipun dosisnya ringan dan bermerk dagang terkenal. Mengkonsumsi obat secara sembarangan dapat menggugurkan janin.
- Ikan dengan kandungan merkuri
Ikan yang mengandung merkuri dapat memperlambat perkembangan janin, cacat lahir, memicu alergi, dan menyebabkan kerusakan otak pada calon bayi. Ikan dengan kandungan merkuri tinggi umumnya hidup di laut, berukuran besar, dan hidup dalam waktu lama. Contoh ikan yang mengandung merkuri antara lain ikan hiu, ikan todak, king mackerel, dan tilefish. Sedangkan ikan-ikan laut yang lain seperti teri, pindang, dan salmon tetap aman dikonsumsi ibu hamil.
- Makanan mentah
Makanan yang dimasak setengah matang atau tidak dimasak sama sekali, kemungkinan mengandung bakteri listeria. Bakteri listeria dapat menerobos dinding plasenta dan menginfeksi janin, sehingga menyebabkan keracunan darah yang dapat mengancam nyawa. Sebaiknya, ibu hamil mengkonsumsi makanan yang benar-benar matang dengan direbus dan digoreng, serta hindari makanan bakar karena tingkat kematangannya tidak bisa dipastikan.
- Sayuran mentah dan tidak dicuci
Toksoplasma yang merupakan sisa-sisa pestisida akan menempel pada sayuran yang baru dipetik. Jika tidak dicuci bersih dan dimasak hingga matang, toksoplasma dapat tertelan oleh ibu hamil dan membahayakan bayi yang dikandungnya.
- Susu yang tidak dipasteurisasi
Susu yang tidak dipasteurisasi berpotensi mengandung bakteri listeria yang dapat memicu keracunan darah dan keguguran. Sebaiknya ibu hamil mengkonsumsi susu yang benar-benar terpercaya mutu dan proses pembuatannya, dan hindari susu segar dari sapi atau kambing yang belum melewati proses pemasakan.
- Makanan berpengawet
Makanan dan minuman instan tidak disarankan bagi ibu hamil karena mengandung zat pengawet di dalamnya. Pengawet dan pemanis buatan dapat menyebabkan janin tidak bergerak, bayi lahir prematur, hingga keguguran.
- Kafein
Kafein memiliki sifat deuretik, yakni membuang cairan dalam tubuh melalui frekuensi kencing yang meningkat. Hal ini dapat menyebabkan ibu hamil kehilangan air dan kalsium dari tubuhnya. Kafein juga dapat memicu keguguran, kelahiran prematur, dan berat badan lahir rendah.
Ibu hamil sebenarnya tidak dilarang mengkonsumsi makanan dan minuman yang mengandung kafein, asalkan dalam batasan tertentu. Jumlah yang disepakati adalah 200 mg kafein per hari. Untuk kopi, jumlah maksimal yang aman dikonsumsi adalah 2 cangkir. Sedangkan teh yang juga mengandung kafein dapat diminum paling banyak 4 gelas sehari.









