Jika bunda pernah mengalami si kecil menolak makan, padahal yang dihidangkan adalah makanan kesukaannya, bunda patut curiga. Apalagi jika si kecil juga tidak mau disusui, rewel terus menerus, dan bibirnya terlihat lebih kemerahan. Bisa jadi bayi bunda sedang mengalami sariawan.

Untuk memastikan bayi bunda terserang sariawan atau tidak, coba buka mulutnya. Adakah bulatan kecil berwarna putih kekuningan pada bibir dalam, gusi, atau langit-langit mulutnya? Apakah pangkal tenggorokannya sedikit merah dan lidahnya didominasi putih? Jika ya, maka benar si kecil sedang terkena sariawan.

Sariawan adalah gangguan mulut yang membuat sangat tidak nyaman, terutama pada bayi yang hanya bisa berkomunikasi dengan menangis. Sebenarnya sariawan jarang mampir pada anak di bawah usia 10 bulan, namun tidak menutup kemungkinan bayi yang masih muda pun terjangkit gangguan ini.

Sariawan pada bayi sebenarnya bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, bunda tentu tidak tega melihat si kecil kesakitan saat menelan makanan atau minum susu, sehingga pengobatan perlu dilakukan.

Pengobatan sariawan pada bayi jelas berbeda dengan mengobati sariawan pada anak-anak atau orang dewasa. Memberantas sariawan pada bayi lebih mudah dengan mengunjungi dokter dan meminta ibuprofen untuk mengurangi nyeri serta parasetamol untuk memerangi panas dalamnya. Namun, tak ada salahnya jika bunda ingin mengobati sendiri sariawan putra-putrinya secara alami.

Sebelum mengobati sariawan pada bayi, sebaiknya bunda ketahui dulu penyebab si kecil mengalami sariawan. Trauma pada mulut seperti lidah yang tak sengaja tergigit, atau mengkonsumsi makanan yang terlalu panas hingga lidah melepuh, dapat memicu timbulnya sariawan. Demikian pula jika bayi alergi terhadap makanan tertentu, terserang virus candida, dan kekurangan zat gizi tertentu seperti asam folat, zinc, dan B12.

Berikut ini pengobatan sariawan alami yang bisa bunda coba pada bayi.

  • Kompres sariawan dengan es batu

Es batu dengan suhu di bawah titik beku dapat membuat sariawan mati rasa. Pada orang dewasa, cara ini mudah dilakukan dengan memasukkan es batu ke mulut dan membiarkannya mencair. Sementara, bayi belum bisa mengulum es batu. Hal ini bisa bunda siasati dengan membungkus es batu dengan kain, plastik, atau karet, dan mengompreskannya di sekeliling mulut bayi.

  • Buat makanan bayi bertekstur lembut dan dingin

Makanan panas dapat membuat bayi semakin kesakitan menelan. Buatlah makanan untuknya dengan tekstur yang lebih lembut, pastikan suhunya sudah mendingin sebelum diberikan pada si kecil.

  • Buat larutan air, garam, dan soda kue

Larutan air, garam, dan soda kue dipercaya mampu mematikan sariawan dalam waktu beberapa hari. Celupkan kapas pada larutan tersebut, lalu tempelkan ke sariawan dengan lembut. Sebaiknya cara ini diulangi 3-4 kali sehari.

  • Larutan minyak pohon teh dan ekstrak biji anggur

Dua bahan ini bisa bunda dapatkan di toko obat herbal atau apotek. Caranya, buat larutan dengan mencampur setengah gelas air dengan salah satu bahan tersebut (jangan keduanya sekaligus). Celupkan kapas, dan oleskan secara merata ke bibir dalam, lidah, dan langit-langit mulut bayi.

Selain mengobati, hal lain yang tidak kalah pentingnya yakni mencegah agar sariawan tersebut tidak balik lagi. Beberapa cara bisa bunda coba, seperti mengajak bayi berjemur di bawah sinar matahari pagi untuk membunuh jamur candida, memperhatikan makanan bunda agar tidak terlalu banyak mengkonsumsi glukosa (kadar gula yang tinggi pada ASI dipercaya dapat meningkatkan pembiakan jamur candida), hingga mencegah timbulnya jamur dengan mengoleskan minyak kelapa pada puting bunda sebelum menyusui.

LEAVE A REPLY