ASI (Air Susu Ibu) merupakan makanan terbaik bagi bayi sejak dilahirkan sampai enam bulan pertama kehidupan mereka. ASI mengandung protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral dan dibutuhkan bayi sampai berusia dua tahun kelak.

Sayangnya, memberi ASI pada bayi tak segampang yang terlihat. Tidak semua ibu bisa menyusui anaknya dengan lancar. Penyebabnya bisa bermacam-macam. Ada yang sakit akibat luka operasi caesar saat melahirkan, sehingga tidak bisa menyusui dengan nyaman. Ada pula yang sibuk bekerja
sehingga pemberian ASI jadi tersendat. Kendala lain yang banyak dikeluhkan adalah ASI hanya keluar sedikit dan tidak cukup untuk bayi, sehingga ibu terpaksa memberikan tambahan susu formula.

Sebenarnya, produksi ASI antara ibu yang satu tidak berbeda dengan ibu yang lain. Hukum alam pemberian ASI adalah: semakin banyak ASI dikeluarkan, semakin banyak pula ASI diproduksi. Sehingga, ibu tidak perlu khawatir seandainya si kecil menyusu dengan lahap, karena payudara yang kosong akan segera terisi lagi dengan jumlah yang lebih banyak.

Berikut ini cara yang bisa bunda lakukan agar produksi ASI tetap lancar dan berkualitas.

Percaya diri

Percaya diri merupakan kunci sukses menyusui. Tanamkan pada diri bunda sejak hamil, bahwa bunda akan bisa menyusui anaknya dengan lancar hingga dua tahun. Rasa percaya diri akan meningkatkan hormon oksitosin yang berpengaruh pada produksi ASI.

Menyusui dengan benar

Sebaiknya bunda mempelajari teknik menyusui yang benar dan nyaman bagi ibu dan bayi. Ada banyak posisi menyusui yang bisa bunda praktekkan. Yang terpenting, usahakan sebagian besar areola (area gelap di sekitar puting) masuk ke mulut bayi, sehingga lidah dan langit-langit mulut bayi bisa memompa ASI dengan baik.

Produksi ASI yang katanya ditentukan oleh besar kecilnya payudara hanya mitos. Di dalam tubuh, kelenjar produsen susu tetap bekerja dengan cara yang sama untuk semua wanita, tanpa peduli ukuran kulit luarnya. Umumnya, ASI akan habis setelah disusu 30-60 menit, dan akan penuh lagi dalam waktu 2 jam.

Hindari stress

Stress merupakan pembunuh ASI yang paling cepat. Rasa cemas, khawatir, depresi, hingga marah dapat menyebabkan hormon oksitosin merosot drastis. Akibatnya, ASI hanya keluar sedikit.

Konsumsi makanan penambah ASI

Asupan nutrisi untuk ibu menyusui adalah 2100 kalori per hari. Jika makanan yang dikonsumsi mengandung kalori yang lebih sedikit dari angka itu, maka produksi ASI akan diambilkan dari lemak cadangan dalam tubuh ibu. Sebaiknya bunda sering mengkonsumsi makanan dan minuman yang terbukti melancarkan ASI, seperti daun katu, sawi hijau, wortel, bayam, daun singkong, dan kacang hijau.

Pijat punggung

Rasa nyaman dan rileks setelah pemijatan punggung dapat merangsang hormon oksitosin bekerja lebih efektif. Mintalah suami bunda untuk memijat punggung pada malam hari, sekitar 10-15 menit.

Perah ASI untuk ibu bekerja

Bekerja bukan halangan bagi bunda untuk memberi ASI eksklusif bagi si kecil. Bunda bisa memerah ASI untuk disimpan dan diberikan saat bunda jauh dari bayi. ASI yang disimpan dalam lemari pembeku (freezer) dapat bertahan hingga 6 bulan. Memerah ASI bisa bunda lakukan dengan tangan, pompa manual, atau pompa elektrik.

Jangan beri susu formula

Jika produksi ASI bunda masih sedikit, terutama bagi yang baru melahirkan, jangan khawatir. Minumkan terus ASI sesering mungkin. Mulut bayi merupakan pompa ASI yang paling hebat. Jangan buru-buru melirik susu formula jika produksi ASI belum lancar.

Hindari penggunaan dot

Dot atau empeng yang terbuat dari karet kadang membuat bayi bingung puting, yakni lebih menyukai dot daripada puting ibunya. Sebaiknya hindari penggunaan dot atau empeng pada bayi. Sebagai gantinya, bunda bisa menggunakan sendok atau soft cup feeder yang banyak dijual di pasaran.

Semoga ASI-nya tetap lancar dan berkualitas ya bunda 🙂

LEAVE A REPLY