Hamil jelas merupakan saat-saat yang super menyenangkan. Bayangan akan segera dikaruniai momongan membuat bunda semangat melakukan apa saja demi calon si kecil. Namun, tak jarang momen menyenangkan bunda harus terganggu karena makanan.
Sebagaimana diketahui, janin kadang membawa perubahan pola makan pada bunda. Sebagian besar ibu hamil akan mengalami tidak enak makan, sering mual dan muntah pada kehamilan trimester pertama. Makanan yang tadinya sudah dimasukkan ke lambung harus keluar lagi karena hal-hal sepele, seperti mencium bau yang tidak enak. Padahal, bunda perlu mendapat cukup gizi agar pertumbuhan si jabang bayi tidak terhambat.
Penyebab Mual Muntah Pada Ibu Hamil
Secara umum, penyebab mual muntah pada ibu hamil dapat dikelompokkan sebagai berikut:
- Hormon HCG
HCG adalah hormon yang mengiringi kehamilan. Hormon ini dihasilkan oleh plasenta atau ari-ari bayi, yang memang tumbuh terlebih dahulu dibanding janinnya. Perubahan dalam rahim yang disebabkan oleh hormon HCG menjadikan ibu rentan terserang mual.
- Hormon estrogen meningkat
Estrogen merupakan hormon dalam lambung yang meningkat saat hamil. Hormon estrogen mencapai puncaknya pada pagi hari, sehingga sebagian besar ibu hamil muntah-muntah pada waktu ini.
- Metabolisme tubuh berubah
Metabolisme tubuh ibu hamil sedikit lebih lambat daripada orang biasa. Hal ini menyebabkan bunda sering mual muntah.
- Pencernaan terdesak
Saat hamil, perkembangan janin mendesak ruang organ pencernaan dan saluran cerna. Pencernaan kemudian akan beradaptasi dengan hal tersebut secara pelan-pelan. Proses adaptasi ini sering memunculkan mual dan muntah.
- Asam lambung
Kalau bunda pernah mengidap asam lambung, kemungkinan mengalami mual muntah meningkat dua kali dibanding ibu hamil yang tidak bermasalah dengan asam lambung. Asam lambung yang naik membuat peluang muntah menjadi lebih sering.
Mual dan muntah sejatinya tidak berbahaya bagi ibu hamil maupun sang janin. Namun, adakalanya mual muntah ini harus diperangi, atau setidaknya diminimalisir, agar ibu hamil merasa nyaman dan nutrisi yang masuk ke perut tidak serta merta dikeluarkan lagi.
Berikut ini cara mengatasi mual dan muntah pada ibu hamil secara alami, tanpa menggunakan obat-obatan kimia :
- Makan sedikit-sedikit tetapi sering
Makan dalam jumlah banyak sekaligus akan menimbulkan rasa eneg pada ibu hamil, yang membuatnya ingin muntah. Sebaiknya makanlah sedikit-sedikit tapi dalam frekuensi yang sering. Bunda bisa memilih karbohidrat sebagai camilan agar tubuh tidak lemas, seperti roti dan biskuit.
- Hindari makanan yang memicu gas di perut
Makanan yang memicu gas akan membuat perut terasa penuh dan kembung, akhirnya terjadilah mual. Sebaiknya bunda hindari makanan-makanan penimbul gas, seperti nangka, kol, durian, dan makanan fermentasi.
- Jauhi makanan yang menambah mual
Makanan yang menambah mual antara lain makanan berminyak, pedas, dan berlemak tinggi.
- Minum air putih
Frekuensi muntah terlalu sering beresiko ibu hamil kekurangan cairan. Penuhi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih minimal 8 gelas (2 liter) per hari.
- Olahraga
Gerakan ringan seperti jalan-jalan pagi dan senam ibu hamil dapat mengurangi mual pada perut bunda.
- Mengkonsumsi buah-buahan
Kadang, ibu hamil tidak suka makan karbohidrat. Sebagai gantinya, bunda perlu makan buah-buahan secara teratur. Sebaiknya pilih buah yang mengandung vitamin C. Sajikan dalam bentuk jus untuk mengurangi rasa mual.
- Mengkonsumsi minuman tertentu
Jahe hangat, teh mint, dan air perasan lemon (wedang jeruk) memiliki aroma khas yang dapat membuat rileks. Kandungan jahe, mint, dan lemon juga mampu meredakan mual di perut bunda.
- Istirahat cukup
Saat hamil, sebaiknya minimalisir pekerjaan-pekerjaan berat dan maksimalkan istirahat bunda. Juga, buang jauh-jauh segala pikiran negatif karena bisa mengundang stress, yang akan memperparah mual dan muntah bunda.
Demikian cara mengatasi mual dan muntah pada ibu hamil, semoga bermanfaat ya bunda!









